Perang Saudara "Jilid II" di Kota Abadi

MENENGOK abad keempat atau tepatnya tahun 312, perang saudara di kota Roma terjadi untuk pertama kali dan terakhir hingga saat ini. Konstantin Agung yang memegang kekuatan besar atas Romawi kala itu, meluluhlantakkan pengikut Kaisar Maxentius di dalam pertempuran menentukan di Ponte (jembatan) Milvio.
 
Di abad ke-21 tak jauh dari jembatan tersebut, berdiri stadion megah kebanggaan masyarakat ibu kota Italia itu yang menjadi kandang dua tim besar, AS Roma dan Lazio. Keduanya memperbarui persaingan dan bisa dibilang, menghampar perang saudara edisi kedua di kota Abadi pada final Coppa Italia, Minggu malam mendatang.
 
Pertemuan keduanya biasa disebut Derby della Capitale dan clash di antara keduanya, memang sudah acap terjadi di Serie A. Tapi kali ini lain cerita – pertempuran keduanya terjadi di partai puncak Piala Italia yang tergolong jarang menyajikan laga dua tim sekota.
 
Terhitung, baru dua kali terjadi derbi di final dengan diawali Derby della Mole pada edisi musim 1937-38 di mana Juventus mengandaskan Torino. Episode derbi kedua terjadi di antara dua tim kota mode, AC Milan dan Inter Milan pada musim 1976-77 dengan trofi Copa jatuh ke tangan Rossoneri untuk keempat kalinya kala itu.
 
Di kubu Biancoceleste, kondisinya bisa dibilang lebih tenang setelah mengamankan satu tiket Europa League musim depan dengan finis keenam di klasemen akhir Serie A. Tapi Supremo Claudio Lotito mengingatkan, final ini bukan sekadar penutup musim nan formal, tapi juga pijakan untuk melihat kemungkinan besar meningkatkan skuad di bursa transfer musim panas.
 
"Yang pasti, kami menantikan momen untuk memperkuat skuad. Namun itu tergantung dari sukses atau tidaknya kami mencapai target kami," tutur Lotito.
 
Lazio sendiri masih mempertahankan konsistensi positif mereka terhadap Il Lupi. Tiga dari empat pertemuan terakhir, sanggup mereka menangkan. Namun Lazio belum dipastikan full-team di mana Hernanes, Stefan Radu dan Bruno Pereirinha masih diragukan kebugarannya.
 
Perihal krisis akibat pemain cedera juga dirasakan kubu seberang. Wakil kapten Daniele De Rossi, difensore Federico Balzaretti, Marquinho serta Maarten Stekelenburg, masih menepi saat Roma menutup musim ini kontra Napoli, akhir pekan lalu.
 
Kabar baiknya, Francesco Totti yang absen karena sanksi di giornata penutup, bakal tampil paling bugar. Tapi Roma juga tak steril dari masalah – terutama rumor sekitar posisi allenatore Aurelio Andreazzoli yang bisa jadi gangguan.
 
Satu hal yang bisa digarisbawahi para punggawa Serigala Roma yakni, Giallorossi akan jadi tim pertama yang mengoleksi 10 gelar Coppa jika memenangkan final ini dan yang jelas, satu bintang perak tambahan akan bisa mereka kenakan di jersey mereka musim depan.
 
Soal rivalitas di atas lapangan maupun tribun Olimpico, sudah tak disangsikan lagi dahysatnya. Kota Roma – sepertihalnya Madrid di Copa del Rey, juga akan terbelah dua. Soal kans, angka paling pantas jelas masih 50-50 kendati Lazio lebih mendominasi pertemuan mereka beberapa waktu belakangan ini.
 
Lima Pertemuan Terakhir AS Roma vs Lazio:
9/4/2013 Serie A: AS Roma 1-1 Lazio
11/11/2012 Serie A: Lazio 3-2 AS Roma
4/3/2012 Serie A: AS Roma 1-2 Lazio
17/10/2011 Serie A: Lazio 2-1 AS Roma
13/3/2011 Serie A: AS Roma 2-0 Lazio.
(raw)


http://bola.okezone.com/read/2013/05/23/282/811747/perang-saudara-jilid-ii-di-kota-abadi
◄ Newer Post Older Post ►
 

© Piala Aff 2012 Powered by Blogger