Wasit Eropa Tak Mau Lagi Lihat "Up Yours"

Mencetak gol dalam sepakbola bukan perkara mudah. Mungkin sepakbola satu-satunya jenis olahraga permainan, yang bisa diakhiri meski tidak ada sebiji skor pun dihasilkan kedua kubu. Bila kedua tim bermain 0-0 dalam waktu yang ditentukan, kedua tim bisa keluar lapangan tanpa merasa bersalah karena kalah, atau jadi jumawa karena berhasil menjadi penakluk tim yang dihadapi.

Makannya, pemain yang bisa mencetak gol dalam permainan sepakbola, sering merayakannya dengan penuh emosi. Berbeda ekspresinya dengan pemain di cabang olahraga lain, yang sering bersikap seperti tidak terjadi apa-apa, padahal baru saja mencetak angka.

Kalau di sepakbola, pemain yang mencetak gol namun tak merayakannya, biasanya karena yang dibobol ialah gawang mantan klubnya. Atau, sebuah pertandingan sudah berubah menjadi ajang pembantaian. Gol yang tercipta sudah terlalu banyak ke gawang musuh, sehingga salah satu tim sudah unggul dengan skor sangat besar. Gol pun sudah bukan lagi momen istimewa.

Bila ditunggu-tunggu, gol tak jarang menjadi semacam ekstasi yang membuat pemain tak terkontrol saat merayakannya. Pemain bisa jadi kehilangan akal sehat dalam beberapa detik, dan melakukan tindakan konyol.

Membuka celana, bersumpah-serapah, menendang-nendang papan iklan di pinggir lapangan, sampai membuat gerakan tubuh yang secara sosial berarti penghinaan atau melanggar etika, seperti mengacungkan jari tengah, atau memukul-mukul otot bisep di tangan yang mengacungkan tinju.

Bila seseorang memukul otot lengannya, sementara telapak tangan yang dipukul menggenggam, dan diacungkan ke atas, itulah gerakan yang kita bicarakan ini. Orang Eropa menganggap, ini kasarnya satu level dengan gerakan mengacungkan jari tengah.

Pemain bisa kena masalah serius kalau melakukan gerakan yang disebut "up yours" ini. Diberi kartu oleh wasit, atau dihujani kecaman publik, sehingga menjadi berita panas di media.

Mark van Bommel pernah membuat gerakan tidak sopan itu, saat mencetak gol kala menghadapi tuan rumah Real Madrid di Liga Champions pada Februari 2007.

Bommel, yang saat itu bermain untuk Bayern Munich akhirnya dikenai denda 6.200 euro dan percobaan satu tahun. Padahal, gol Bommel juga tidak menyelamatkan Munich dari kekalahan 2-3 di Santiago Bernabeu.

Belakangan Bommel meminta maaf, namun mantan punggawa Barcelona itu menyangkal melakukan itu untuk menghina suporter Madrid. "Untuk ke sebagian pemain, iya," kata gelandang Belanda ini.

Saat itu, wasit yang memimpin laga tidak memberikan sanksi apapun kepada Bommel. Namun, rupanya hal itu menjadi perhatian serius beberapa tahun ke depan. Wasit tidak lagi menolerir gerakan "up yours". Siapa yang berani melakukan gerakan itu, maka kartu merah bakal melayang.

Ini yang dialami bek FC Basel, Aleksandar Dragovic, saat melawan Servette di Liga Swiss, Maret lalu. Setelah mencetak gol, Dragovic justru diganjar kartu merah, karena wasit menilainya melakukan gerakan "up yours" yang provokatif.

Setelah Dragovic berlari dan membuat gerakan "up yours", wasit langsung menghampirinya dan mengacungkan kartu merah. Bek yang kabarnya diincar Arsenal ini bingung. Setelah laga, dia berkilah tidak bermaksud mengejek fans Servette. Dia sedang meledek asisten pelatihnya karena dia menang taruhan.

"Saya bertaruh dengan asisten pelatih. Bila bisa mencetak gol dengan kepala, saya akan berlari ke pinggir lapangan. Selebrasi itu saya tujukkan kepadanya dan bukan fans Servette," ujar Dragovic .

Kebingungan Dragovic juga sempat tampak di wajah Roman Shirokov, gelandang Zenit St Petersburg. Sesaat setelah membuat gerakan "up yours" usai mencetak gol ke gawang Volga Nizhny dalam lanjutan Liga Primer Rusia, pertengahan Mei ini, Shirokov diusir wasit.

Tapi Shirokov sepertinya tidak mau berkilah. Dia memang membalas cemoohan fans Volga, yang meneriakinya sejak dia masuk ke lapangan sebagai pemain pengganti.

Harga balas dendam Shirokov cukup mahal. Selain kartu merah, dia juga dilarang tampil dalam dua pertandingan Liga Rusia. Itu artinya dia baru bisa merumput lagi saat musim baru bergulir. Ini bukti bahwa wasit terutama di Eropa sudah tak mau lagi melihat gerakan "up yours".

Klik di sini untuk update berita bola
(fit)


http://bola.okezone.com/read/2013/05/27/419/813161/wasit-eropa-tak-mau-lagi-lihat-up-yours
◄ Newer Post Older Post ►
 

© Piala Aff 2012 Powered by Blogger