Elroy Terpanggil Akar Asal Ibu

Elroy van der Hooft, sempat sepakat untuk menandatangani kontrak dengan Persekap Pasuruan yang berkompetisi di Divisi Utama LPIS, April lalu. Tapi, angan-angannya untuk unjuk gigi di kancah sepakbola Indonesia, terganjal, karena ia baru didaftarkan setelah jendela transfer ditutup.

Striker Belanda kelahiran 1990 ini memang berambisi untuk tampil di Indonesia. Satu alasannya yang paling kuat, ialah karena menyimpan darah Indonesia dalam dirinya. Ibunya keturunan Jawa, sedangkan ayahnya Belanda tulen.

Saat ini, mantan jebolan akademi Ajax Amsterdam itu mengadu nasib di Kamboja, terikat kontrak dengan klub Phnom Penh Crown FC, selama tiga bulan. Elroy mengaku menerima tawaran bermain di sana untuk menjaga level kebugarannya dan semakin mengenal kultur sepakbola Asia Tenggara.

Pernah mengunjungi Indonesia awal tahun lalu, Elroy membagi kesannya tentang sepakbola Indonesia, dan pengalamannya di Kamboja serta mengenai kelanjutan kariernya. Berikut petikan wawancaranya yang diterima okezone melalui surat elektronik.

Kamu sudah teken kontrak dengan Persepam Pasuruan, tapi gagal karena jendela transfer sudah tutup, bisa ceritakan?

Saya mendapatkan pengalaman bagus dengan pelatih Rudy Keltjes dan ketika saya mendengar bahwa saya terlambat di bursa transfer saya sedikit sedih karena saya suka dengan tim, fans, dan merasa sudah siap untuk menunjukkan kemampuan saya kepada Indonesia.

Sekarang kamu bermain di salah satu klub Kamboja untuk 3 bulan, kenapa Kamboja? Dan bisa kamu ceritakan tentang sepakbola di sana?

Alasan kenapa saya memilih Phom Penh Crown F.C itu karena karena waktunya tepat, dan di mata saya itu tim terbaik di Kamboja. Sebelum saya, dikontrak saya berkomunikasi dengan pelatih Sam Schweingruber, dan setelah itu saya memutuskan untuk bermain di Kamboja daripada kembali ke Belanda dan sambil menunggu jendela transfer berikutnya. Saya sekarang semakin tertarik dengan sepakbola Asia, dan kami punya kans besar untuk menjadi juara liga.

Soal sepakbola di sana, Kamboja adalah negara yang liganya masih di bawah Indonesia. Mereka sedang membangun dan membenahi situasi ini. Di sana ada 10 tim di liga teratas, dan empat teratas akan bermain dalam play-off. Juara dari play-off bisa menyebut dirinya juara.

Oke sekarang boleh ceritakan soal kariermu sendiri?

Saya lahir 20 April 1990, di Zeven Jerman, dari orang tua Belanda yang memiliki darah Indonesia dari jalur ibu. Keluarga kami pindah ke Belanda waktu saya berusia 7 tahun dan mulai bermain di klub lokal Oegstgeest tim dasar VV UDO. Ketika berusia 10 tahun diajak bergabung ke akademi Ajax sehingga sehari-hari saya di De Toekomst (kompleks olahraga Ajax).

Kemudian bertahan di Ajax selama enam tahun bermain di berbagai level grup, tapi dilepas klub saat berusia 16 tahun. Setelah itu bergabung di tim junior ADO Den Haag untuk dua musim tapi belum pernah masuk ke tim senior, lalu berpindah ke RKC Waalwijk, klub profesional pertama saya.

Pada 2011 saya coba peruntungan di luar negeri dan bergabung dengan dua tahun kontrak dengan AO Xania (FC Chania) sebuah tim di Pulau Crete, Yunani yang bermain di kompetisi level dua, tapi masalah keuangan membuat klub tidak bisa membayar gaji, saya pulang ke Belanda bermain di VV UDO, setelah masa sulit enam bulan di Yunani. Lalu saya memutuskan untuk meneruskan karier saya di luar negeri terdorong oleh akar ibu yang berbahasa Indonesia. Ibu saya setengah Belanda setengah Jawa, ayah saya Belanda.

Bagaimana dengan Indonesia apa hal yang menarik dari sepakbola di Indonesia?

Saya sudah bermain di tiga negara sekarang, dan saya bisa bilang dengan 100% keyakinan  Indonesia sangat menyukai sepakbola. Suporternya sangat suportif dan fantastik. Sayang sempat ada perbedaan soal dualisme liga, itu memprihatinkan tapi saya kira di tahun-tahun mendatang sepakbola Indonesia akan lebih stabil dan semakin menarik.

Bagaimana pertama kali kamu bersentuhan dengan sepakbola Indonesia?

Sangat berbeda dengan sepakbola yang biasa saya mainkan. Lebih fisik dan sangat keras. Taktiknya beda dan lapangannya tidak sebagus lapangan yang biasa saya main.Tapi semangat pemainnya saat latihan dan pertandingan cukup mantap, saya menyukainya. Setiap pemain yang biasa main di Eropa dan pindah ke Indonesia akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi itu, dan saya salah satunya.

Apakah kamu kenal pemain-pemain keturunan yang main di Indonesia, seperti Diego Michiels, Raphael Maitimo, dan Sergio van Dijk, apa pendapat kamu mengenai sepak terjang mereka?

Secara personal saya tidak kenal mereka, saya hanya tahu nama.Saya sempat menyaksikan beberapa pertandingan dari mereka dan juga browsing di internet. Irfan Bachdim, saya pernah menghadapi dia saat main di Belanda tapi tidak pernah ngobrol. Mereka beradaptasi cukup bagus secara budaya dan sepakbola, dan mereka pemain-pemain bagus.

Apa targetmu di musim pertama bila kamu bermain di sini?

Menunjukkan kemampuan saya

Masih ingin bermain di Indonesia setelah gagal bergabung dengan Persekap?

Ya, ada beberapa klub tertarik dan manajer saya Felix Obinna Nduwke, tinggal di Indonesia, dan dia akan segera datang untuk melihat saya bermain di babak play-off liga Kamboja, kemudian kami akan mengevaluasi kemungkinan bermain di tim selanjutnya.

Kamu sempat ke Indonesia beberapa waktu lalu, apakah kamu percaya diri bisa beradaptasi dengan sepakbola di Indonesia?

Ini bukan masalah rasa percaya diri, saya kira saya mudah beradaptasi dengan kultur sepakbola Indonesia karena saya punya darah Indonesia.Saya sekarang sudah punya pengalaman dan tidak punya masalah untuk beradaptasi karena saya seorang petarung.

Apakah pemain-pemain keturunan yang tampil di Indonesia membuat kamu terinspirasi sehingga kamu ingin main di Indonesia?

Alasan saya ingin bermain di Indonesia adalah karena asal-usul saya punya akar Indonesia, setelah itu saya melihat pemain seperti mereka dan mereka semua bagus dan sukses. Sekarang mereka inspirasi saya.

Apakah keluargamu mendukung rencanamu?

Ya, keluarga saya adalah pendukung terbesar saya dan mereka benar-benar ingin saya sukses dan meski kami saling rindu kami pikir ini setimpal. Tanpa dukungan keluarga saya tidak bisa bermain di sini.

Pertanyaan terakhir, apa rencana dan targetmu tahun ini?

Saya ingin menjadi juara bersama Phnom Penh Crown F.C. Musim ini akan berakhir 20 Juli. Dan secara personal saya ingin mendapatkan penghargaan Sepatu Emas, untuk top score. Sekarang setelah bermain di tiga pertandingan saya mencetak 7 gol. Yang nomor satu di Kamboja, sudah mengantongi 10 gol.
(fit)


http://bola.okezone.com/read/2013/06/10/419/819809/elroy-terpanggil-akar-asal-ibu
◄ Newer Post Older Post ►
 

© Piala Aff 2012 Powered by Blogger