Elite Timur Tengah Dihajar Asia Timur

FC Seoul membuat sejarah baru dengan menembus semifinal Liga Champions Asia, dengan mengandaskan perlawanan tim elite Arab Saudi, Al Ahli kemarin. Nasib baik juga dialami wakil Jepang, Kashiwa Reysol yang menuntaskan Al Shabab.
 
FC Seoul yang sebenarnya hanya membutuhkan hasil imbang tanpa gol untuk menembus semifinal dengan keunggulan gol tandang, memecah kebuntuan di penghujung babak terakhir, sehingga menang 1-0, dan unggul agregat 2-1. Di leg pertama, kedua tim hanya bermain imbang 1-1.
 
Perjuangan Kashiwa Reysol lebih sengit. Berlaga di kandang Al Shabab, wakil Jepang itu tertinggal lebih dulu pada menit 10. Tapi berhasil membalas dua gol sehingga skor menjadi 2-1 pada menit 73. Al Shabab hanya mampu menyamakan kedudukan 2-2 pada menit 85. Kedua tim akhirnya memiliki agregat imbang 3-3. Pada leg pertama skor 1-1. Kashiwa Reysol pun melaju ke semifinal karena unggul gol tandang.
 
Nasib baik Kashiwa tak dialami Buriram United yang menghadapi wakil Iran Esteghlal. Wakil Thailand itu akhirnya harus memendam ambisi masuk empat besar Asia. Di depan 19 ribu suporter yang memadati Thunder Castle, markas Buriram, skuad asuhan Allesandro Menendez itu ditekuk 1-2. Buriram gagal mempertahankan keunggulan pada babak pertama setelah mencetak gol pada menit 38. Di babak kedua, gawang Sivaruck Tedsungnoen justru dijebol dua kali, pada menit 53, dan masa injury time. Pada leg pertama di kandang Esteghlal, Buriram kalah 0-1.
 
Pelatih Esteghlal, Ghalenoei, mengungkapkan kunci keberhasilan timnya. Dia meniru Pep Guardiola. "Di ruang ganti saat turun minum, saya tidak bicara masalah taktik, tapi saya hanya membakar motivasi mereka," kata Ghalenoei, seperti dikutip The-AFC.
 
Sementara Guangzou Evergrande melalui laga penentuan dengan nyaman melenggang ke babak semifinal, menyingkirkan wakil Qatar, Lekhwiya. Bermain di kandang lawan, Stadion Abdullah bin Nasser bin Khalifa di Doha, tim yang dilatih Marcelo Lippi itu justru menang telak 4-1. Di leg pertama, Guangzou memetik kemenangan 2-0.
 
"Ketika mereka mencetak gol, pertandingan sudah usai bagi kami, karena kami harus mencetak empat gol. Kami kehilangan kepercayaan diri, kami memberikan banyak ruang, dan setelah itu, laga tersebut seperti pertandingan persahabatan buat mereka," ujar pelatih Lekhwiya, Eric Gerets.
(fit)


http://bola.okezone.com/read/2013/09/19/50/868631/elite-timur-tengah-dihajar-asia-timur
◄ Newer Post Older Post ►
 

© Piala Aff 2012 Powered by Blogger